Atap Asbes: Atap Asbes Amankah untuk Kesehatan?

Atap Asbes: Atap Asbes Amankah untuk Kesehatan

Atap Asbes telah lama menjadi pilihan populer dalam industri konstruksi, tetapi seiring berjalannya waktu, muncul kekhawatiran tentang dampak kesehatan yang mungkin terkait dengan penggunaannya. Artikel ini akan membahas apakah atap asbes masih aman bagi kesehatan ataukah alternatif yang lebih aman perlu di pertimbangkan.

Apa itu Atap Asbes?

Asbes (asbestos) merupakan mineral-mineral berbentuk serat halus yang terjadi secara alamiah. Sesuai dengan definisi yang di berikan oleh Occupational Safety and Health Administration (OSHA), ada 6 jenis mineral yang di kategorikan sebagai bahan asbes, yaitu chrysotile, riebeckite, grunerite, actinolite, anthrophyllite, dan thremolite (Thamrin & Akhadi, 2004).

Ada dua kelompok asbes yang perlu kamu ketahui, : Serpentine, yaitu asbes Chrysotile(putih) dan amfibol, yang mengandung asbes amosite/Grunerite(coklat) dan Crocidolite(Biru). Ada 3 jenis Amfibol lainnya yaitu Anthophllite, actinolite dan tremolite yang tidak memiliki penggunaan komersial, sehingga jarang digunakan. Amfibol dianggap lebih berbahaya dari pada Serpentine karena bentuk dan pembentukan seratnya, dan terdapat lebih banyak bukti yang menghubungkannya dengan kematian terkait abses. Oleh karena itu, semua jenis abses harus benar-benar ditangani dengan hati-hati dan sangat penting untuk memastikan bahwa protocol di ikuti dengan benar saat mengeluarkan produk yang mengandung zat tersebut (sagebec, 2020).

Atap Asbes: Atap Asbes Amankah untuk Kesehatan

Berdasarkan data International Ban Asbestos Secretariat(IBAS), hingga saat ini sudah ada 69 negara yang melarang penggunaan abses secara total atau sebagian. Namun, di Indonesia sendiri masih belum termasuk dalam daftar tersebut. Dari data International Trade Centre(ITC), Indonesia masih mengimpor sekitar 141 ribu ton asbes pada tahun 2019 (Zaj, 2023).

Penggunaan abses diindonesia masih banyak di gunakan karena murah dan mudah didapat. Selain itu, industry asbes juga menyerap banyak tenaga kerja dan dapat memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional. Di lain sisi, jika karena alasan ekonomi, itu tidak sebanding dengan dampak buruk yang bakal terjadi bagi Kesehatan Masyarakat.

Potensi Risiko Bagi Kesehatan

Asbes memiliki serat yang kuat dan terstruktur kristal. Serat tersebut bersifat tahan panas dan sangat tahan lama. Namun, asbes dapat mempengaruhi tubuh bila serat-seratnya terhirup. Sekali terhirup, serat tersebut akan bertahan di dalam jaringan paru-paru. Salah satu penyakit yang di akibatkan oleh paparan serat asbes adalah Asbestosis. Penyakit ini diperkirakan akan tumbuh setelah paparan selama 10-30 tahun. Efek dari penyakit ini yaitu timbul jaringan parut pada paru dan sesak nafas (Salawati, 2015).

Baca artikel OmaheDW Asri lainnya di :

Menurut WHO (World Health Organization) memperkirakan 125 juta orang telah terpapar asbes akibat pekerjaan mereka dan menyebabkan 90 ribu kematian setiap tahunnya (Salawati, 2015).

Selain itu, Tidak ada pengobatan yang efektif untuk asbestosis. Penyakit ini biasanya melumpuhkan atau berakibat fatal. Mereka yang sedang merenovasi atau menghancurkan bangunan yang mengandung asbes sangat mungkin menghadapi risiko signifikan dari kondisi ini, tergantung pada sifat paparan dan tindakan pencegahan yang diambil (Fadli, 2020).

Asbes menjadi berbahaya jika terperangkap di selaput lendir hidung dan tenggorokan kamu di mana kemudian partikel ini melewati jauh ke dalam paru-paru, atau, jika tertelan, ke saluran pencernaan. Begitu mereka terjebak di dalam tubuh, serat-serat itu dapat menyebabkan gangguan-gangguan kesehatan yang di sebutkan di atas tadi (Fadli, 2020).

Selain penyakit Absestosis, potensi resiko bagi Kesehatan yaitu Kanker paru-paru. Paparan asbes meningkatkan resiko kanker paru-paru sebesar 50-100%. Serta kanker lain yaitu Mesothelioma yang akan menyerang selaput tipis yang melapisi organ-organ dalam tubuh, seperti paru-paru, perut , dan jantung. Paparan asbes meningkatkan risiko mesothelioma sebesar 50-100%.

Atap Asbes Modern dan Tindakan Keamanan

Atap Asbes Modern dan Tindakan Keamanan

Dengan kemajuan teknologi, atap asbes modern telah di rancang dengan tindakan keamanan tambahan. Bahan-bahan ini bertujuan untuk mengurangi risiko paparan serat asbes ke udara. Penggunaan atap asbes yang tepat, perawatan yang teratur, dan penggantian segera jika rusak adalah langkah-langkah yang dapat di ambil untuk meminimalkan risiko Kesehatan.

Alternatif Ramah Lingkungan

Atap asbes tetap menjadi pilihan populer di banyak wilayah karena keunggulan ekonomis dan daya tahan terhadap cuaca. Namun, kekhawatiran terkait dampak kesehatan serat asbes menuntut perhatian serius. Penggunaan atap asbes modern dengan tindakan keamanan yang sesuai dapat membantu meminimalkan risiko, tetapi alternatif ramah lingkungan juga patut dipertimbangkan.

Tips Aman Menggunakan Atap Asbes

Untuk mengurangi risiko paparan asbes dari atap asbes, berikut adalah beberapa tips yang dapat dilakukan:

  • Periksa atap asbes secara rutin untuk memastikan tidak ada kerusakan
  • Jika atap asbes rusak, segera perbaiki atau ganti
  • Gunakan peralatan pelindung diri saat memasang atau membongkar atap asbes
  • Hindari menggergaji atau memotong atap asbes

Alternatif Atap Asbes

Buat kamu yang tidak mau menggunakan atap abses, karena beberapa pertimbangan atas risiko yang bisa di timbulkan, berikut ada beberapa alternatif yang bisa kamu gunakan, tentu lebih aman dan lebih ramah lingkungan daripada atap asbes :

  • Genteng keramik
  • Genteng metal
  • Genteng beton
  • Atap hijau

Atap-atap tersebut memiliki berbagai keunggulan, seperti lebih kuat, lebih tahan lama, dan lebih tahan terhadap cuaca. Selain itu, atap-atap tersebut juga tidak mengandung bahan berbahaya yang dapat membahayakan Kesehatan.

Daftar Pustaka

Tinggalkan Balasan